Buku Laika Tappalaus yang memuat 13 buah cerpen merupakan sebuah Kumpulan cerpen karya Suparman Sopu yang di dalamnya mengangkat cerita dengan berbagai tema. Tema lokal dipadu dengan Tema-tema pendidikan, budaya, sosial ekonomi, persoalan hati remaja, potensi sumber daya alam diangkat dengan gaya cerita yang khas.
Laika Tappalaus (Khalayal si bungsu), cerita yang dipilih menjadi judul buku karena mengnadung lokal yang kental berbahasa daerah Mandar. cerita tiga orang bersaudara dengan memilih gelar yang sesuai dengan daerah di mana latar cerita diangkat, yaitu Mandar, Sulawesi Barat. Beberapa cerpen yang kental nuansa lokal ke-mandar-an seperti ”Tumbaq Layar Pitussusung” yang mengangkat tema perbedaan derajat dalam satu daerah. Kannequ Tigayang (Kakekku Tertikam) yang menyuguhkan cerita tentang nilai-nilai yang menurut Suparman Sopu terinjak-injak, demikian pulan dengan cerpen berjudul ”Pergi”
Pernikahan dini, pentingnya pendidikan, potensi daerah diramu dalam alur dan konflik yang menggairahkan di dalam buku kumpulan cerita ini. Terkhusus pada pendidikan, isi cerpen menggugah kesadaran bahwa pendidikan itu sangat penting. Ini berangkat dari fakta bahwa ada juga orang tua yang dari sisi ekonomi berkecukupan tapi tidak memperhatikan pendidikan bagi anak-anaknya.
Pengantar dan daftar isi dapat dilihat di sini






Ulasan
Belum ada ulasan.